"Kokoh dan Menang"

Minggu, 04 Februari 2018

SEJARAH KOKOH DAN MENANG (KONANG)


Sejarah sebuah desa pasti akan selalu terkait dengan asal-usulnya yang tidak terlepas dengan cerita masa lalu. Banyak hal yang akan kita temui saat menelisik asal-usul sebuah desa, beberapa desa juga memiliki cerita mengenai sejarah berdirinya yang berasal dari mulut ke mulut, dari yang tua ke yang muda dimana keaslian dari cerita masih belum bisa dipastikan. Begitu pula asal-usul dari desa konang.
Sebelum menjadi salah satu desa di wilayah administratif Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan, Desa Konang memiliki sejarah panjang dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurut penuturan salah satu saksi sejarah, nama desa Konang disusun dari kata kokoh dan menang. Desa Konang tidak lepas dari peristiwa zaman dahulu kala terdapat sebuah cerita mengenai kakak adik yang berlomba bermain layang-layang dan salah satunya kalah, sehingga layangannya putus. Layangan tersebut tersangkut di atas genteng rumah raja Bangkalan. Akhirnya kakaknya pun berangkat untuk mengambil layangan tersebut, namun oleh pihak kerajaan tidak diperbolehkan untuk diambil. Akhirnya sang kakak pulang dengan tangan kosong. Sesampainya di rumah adiknya pun bertanya, kenapa dia pulang tanpa membawa layangan yang putus tadi, setelah mendengar jawaban dari sang kakak akhirnya adiknya pun berangkat sendiri untuk mengambil layangan tersebut. Sepanjang perjalanan, tiap ada pohon besar selalu ia cabut. Di ujung perjalanan dia mencabut satu pohon yang sangat besar , kemudian pohon itu dia bawa  ke kerajaan sambil diputar-putar dengan satu tangan. Sesampainya di Bangkalan semua orang terheran dan kagum kepadanya. Bagaimana bisa seorang membawa pohon dengan satu tangan sambil diputar-putar, banyak warga bertanya-tanya asal dari anak tersebut, mereka melihat pemuda tersebut memiliki badan yang besar dan kokoh seperti pohon besar.dan mereka berkata apabila orang tersebut beradu dengan orang bangkalan maka orang bangkalan akan kalah karena lelaki itu sangat kokoh dan pasti akan selalu menang.
Semenjak saat itu orang bangkalan menyebut pemuda itu dari desa konang yang diambil dari awalan kata kokoh yakni “ko” dan kata akhiran dari menang yakni “nang” sehinnga menjadi “Konang”. Akhirnya daerah tersebut diberi nama Desa Konang sampai saat ini serta menjadi slogan sampai sekarang desa Konang yaitu Kokoh dan Menang

Share:

SURGA TERSEMBUNYI DI TANAH KOKOH & MENANG

Air Terjun di dusun Aenglandeh merupakan salah satu potensi wisata alam yang masih murni dan belum terjamah oleh apapun, yang terletak di sudur desa aenglaneh, desa Konang kecmatan Konang. Lokasi ini terletak hanya sekitar 1 kilometer saja dari pemukiman warga, Untuk memasuki area ini tidak dipungut biaya sepeserpun, karena memang belum ada pengelola resmi.
Suasana di lingkungan air terjun ini sejuk, dengan kondisi alam yang masih alami. Air terjun ini adalah air terjun yang terbentuk dikarenakan proses tanah yang longsor. Sementara akses jalan ke tempat air terjun ini masih sangat sulit, medan yang harus di tempuh adalah bebatuan dan hutan. dengan rute melewati pemukiman warga kemudian melintasi hutan jati.
Lokasi air terjun ini berada di jembatan penghubung di desa aenglandeh. Air terjun ini akan terlihat sangat indah ketika musim hujan, akan tetapi ketika musim kemarau airnya hanya sedikit dan keruh. Perjalanan ke lokasi air terjun memang cukup menantang, tapi dijamin hal itu akan tergantikan dengan pemandangan alam dan kesegaran air terjun  yang alami ini.

Share:

Kamis, 01 Februari 2018

PENDIDIKAN PERBATASAN

Pendidikan merupakan salah satu hal penting dalam perkembangan suatu negara. Masa depan suatu negara sangat bergantung kepada generasi mudanya. Di Indonesia sendiri, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu cita cita dan tujuan luhur yang dituliskan dalam Pembukaan Undang Undang Dasar tahun 1945. Kami melihat pertumbuhan pendidikan Indonesia masih kurang, disertai dengan adanya kekurangan tenaga kerja di bidang pendidikan. Salah satu program kerja KKN 23 berfokus terhadap pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Dalam kegiatan mengajar kami berfokus pada dua Yayasan di Desa Konang, yakni Yayasan Al-Hidayah yang terdapat di Dusun Besar meliputi RA, MI dan MTS dengan menugaskan 9 anggota KKN untuk mengajar. Selanjutnya Yayasan Mambaul yang terdapat didusun Konang Timur meliputi RA dan MI dengan menugaskan 7 anggota KKN untuk mengajar. Kegiatan ini kami lakukan selama 2 minggu terhitung dari tanggal 15-27 Januari 2018.
Secara umum banyak sekali pengalaman yang didapat oleh peserta KKN dalam mengembangkan pengetahuannya mengajar, salah satunya mengenai pembelajaran  melalui metode yang efektif dalam kegiatan pembelajaran. Disetiap kegiatan pembelajaran anak-anak sangat antusias sekali mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh pengajar dari anggota KKN, hal ini karena metode pembelajaran yang diberikan sedikit berbeda dengan pembelajaran yang diperoleh oleh peserta didik setiap harinya, dimana beberapa pengajar juga membawa media pembelajaran, mengajak anak rileks dalam belajar, serta pemberian tugas dengan metode yang menyenangkan. Hal ini membuat peserta didik lebih termotivasi untuk semangat belajar. Selain itu teman-teman KKN juga mengadakan bimbingan belajar setiap hari sabtu dan hari minggu, dimana tidak hanya pembelajaran umum saja seperti MTK, IPA atau IPS tetapi pembelajaran agama juga seperti Bahasa Arab dan Akidah Akhlak untuk seluruh jenjang pendidikan yakni RA, MI dan MTS. Selain itu teman-teman KKN juga mengadakan bimbingan belajar mengenai cara upacara bendera yang baik dan benar yang dilakukan pada hari sabtu.

Share:

Sabtu, 27 Januari 2018

PROFIL DESA KONANG


Desa Konang merupakan desa di kecamatan konang yang masih termasuk kabupaten Bangkalan. Desa konang terletak di sebelah timur wilayah kabupaten Bangkalan yang berbatasan dengan kabupaten Sampang. Jarak desa Konang menuju pusat pemerintahan kabupaten Bangkalan yaitu 52 km dengan waktu tempuh 1,5 jam perjalanan normal, desa Konang berjarak lebih dekat dengan pusat kabupaten Sampang yang hanya di tempuh dalam waktu 30 menit. Total jumlah penduduk di Desa Konang adalah 3.811 jiwa yang bersumber dari DPT, mayoritas penduduk desa Konang bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani karena pada umumnya letak geografis desa konang terletak di dataran tinggi dan hampir seluruhnya adalah sawah berpetak. Di musim hujan desa konang sangat mengandalkan air hujan dan peyimpanan air akan tetapi ketika musim kemarau desa ini salah satu desa yang terdampak dalam wilayah yang kekurangan air. Desa konang memiliki 6 dusun yaitu dusun konang timur, bessar, niggik, cempageh, aenglandeh dan bato anten. Desa Konang saat ini di pimpin oleh kepala desa bernama Ahmad pardi yang menjabat tahun 2017-2022. Desa Konang memiliki lembaga pendidikan sangat bervariasi yaitu di tingkat TK, MI/SD dan SMP/MTs yang tersebar di beberapa dusun di desa Konang.
STRUKTUR ORGANISASI
PEMERINTAHAN DESA KONANG


STRUKTUR ORGANISASI

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA KONANG


Share:

PENYULUHAN PENYAKIT DIFTERI DAN DEMAM BERDARAH



Akhir-akhir ini sering kita dengar ditelevisi ataupun dari telinga ketelinga masyarakat, wabah penyakit difteri dan demam berdarah berkembang begitu pesat. Yang menyerang berbagai kalangan mulai dari kalangan anak-anak,  remaja sampai orang tua. Oleh karena itu dari kelompok kkn 23 universitas trunojoyo madura mengadakan penyuluhan atau pengenalan dan penanggulangan wabah penyakit tersebut. Yang dilaksanakan pada hari senin 22 januari 2018 jam 09:00 yang diisi langsung pemateri dari dinas kesehatan Puskesmas Desa Konang, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan tersebut mendapat respon yang positif dari masyarakat desa konang yang terlihat begitu antusiasnya masyarakat untuk menghadiri penyuluhan tersebut.
Penyakit difteri sendiri merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium. Yang ditandai dengan adanya sakit tenggorokan, demam,  dan terbentuknya lapisan diamandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menjalar keorgan tubuh yang lain seperti jantung dan sistem saraf.  Yang bisa menyebabkan kematian.
Penyeberan bakteri ini sangatlah cepat, hanya dengan berinteraksidengan orang yang menderita penyakit tersebut bisa-bisa kita juga tertular dengan bau mulut atau percikan ludah dari orang tersebut. Salah satu cara penanggulangan secara dini untuk penyakit difteri ini hanya dengan melakukan imunisasi secara rutin, untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.    
            Selanjutnya yaitu penyakit demam berdarah dengue atau yang biasa disebut dengan DBD. Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus . karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka demam berdarah dengue tidak bisa menular dari orang keorang secara langsung layaknya penyakit flue.
Pencegahan Demam berdarah dapat dilakukan dengan 3M (Menguras, Menutup, & Mengubur)

Menguras : Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi dan kolam. Sebab bisa mengurangi perkembangbiakan dari nyamuk itu sendiri. Atau memasukan beberapa ikan kecil kedalam bak mandi atau kolam. Sebab ikan akan memakan jentik nyamuk.
Menutup : Menutup tempat-tempat penampungan air. Jika setelah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan tempat air sebaiknya anda menutupnya agar nyamuk tidak bisa meletakan telurnya kedalam tempat penampungan air. Sebab nyamuk demam berdarah sangat menyukai air yang bening.

Mengubur. Kuburlah barang – barang yang tidak terpakai yang dapat memungkinkan terjadinya genangan air.
Share:

PELATIHAN KERBUM (KERAJINAN BAMBU)


Berawal dari melihat potensi bambu yang cukup banyak di desa konang kecamatan konang kabupaten bangkalan.  Timbullah ide yang tak disangka-sangka oleh masyarakat, yaitu membuat kerajinan dari bambu seperti lampu tidur, kipas & mainan anak-anak sd untuk sistem pembelajaran. Pembuatan kerajinan bambu tersebut kami laksanakan pada hari minggu 31 januari 2018 dengan pemuda dan pemudi desa konang. Sebetulnya muda cara pembuatannya hanya saja memerlukan keuletan dan ketekunan untuk membuatnya.
Berikut ini akan saya ulas sedikit bagaimana cara pembuatan kerajinan dari bambu.
Yang pertama membuat lampu tidur hias, alat yang dibutuhkan diantaranya :
1.      Bambu
2.      Gergaji
3.      Parang/pisau
4.      Lem G/fox
5.      Lem kayu
6.      Amplas
Setelah terpenuhi alat bahannya sekarang ketahap pembuatannya :
1.      potong bambu sekitar 40cm, diujung setiap kuku bambu.
2.      lubangi bambu hingga tersisa 4 tiang.
3.      gosok bambu yang sudah dilubangi menggunakan kertas amplas atau kertas semen.
4.      kemudian bilah bambu kecil-kecil sebesar lidi.
5.      Kemudian bariskan bambu yang sudah dipotong-potong tadi dengan lem menggunakan lem g dan lapisi dengan lem kayu sampai membentuk persegi panjang yang lebar bagian bawahnya.
6.      Lubangi bagian dalam bambu untuk tempat dudukan lampunya.
7.      Setelah semua selesai kemudian satukan lidi yang sudah terbentuk persegi panjang tadi kedalam batang bambu yang sudah dilubangi.
8.      Lampu tidur hias siap diberi warna atau dicat.

Yang kedua membuat kipas dari bambu :
Alat bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kipas ini diantaranya :
1.      Bambu.
2.      Pisau.
3.      Lem kayu
4.      Paku kecil
Selanjutnya ketahap pembuatannya :
1.      Potong bambu sepanjang 20cm.
2.      Bilah bambu tipis-tipis dengan ketebalan sekitar ½ cm atau 1cm
3.      Anyam bambu yang sudah dibilah tadi.
4.      Lapisi tiap ujung anyaman tersebut dengan bilahan bmbu yang agak tebal dan lebihi 1 ujung bagian anyaman yang nantinya sebagai pegangan tangan.

 








Share:

PRAMUKA BERPRESTASI DARI PERBATASAN


Pramuka MTs al-hidayah salah satu ekstrakulikuler yang berprestasi di kanca kecamatan ataupun kabupaten. Setiap ada perlombaan pramuka, sekolah ini selalu mengirim menjadi peserta dalam perlombaan tersebut. Terakhir kali mengikuti lomba pramuka di kabupaten sampang menyabet juara 1 putra. Berbagai ajang perlombaan pramuka selalu diikuti oleh sekolah ini hingga berbagai penghargaan pun diaraihnya terbukti dengan jumlah piala yg sangat banyak di ruang kantor.
Share:

PELATIHAN PEMBUATAN KERUPUK PULI DAN KERUPUK BERAS



Pelatihan pembuatan krupuk puli dan krupuk beras yang dilakukan oleh kelompok KKN 23 pada tanggal 20 januari 2018 yang bertempat di rumah bapak kepala desa Konang pukul 10.00 wib berjalan cukup baik dan warga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurut kordinator desa kelompok KKN 23 saudara sigit kegiatan ini diharapkan bisa berkembang menjadi usaha kecil milik warga desa Konang. Lebih lanjut produk ini bisa menjadi produk unggulan desa Konang dan mampu meningkatkan ekonomi warga desa Konang. Menurut salah satu toko pemuda mayoritas warga desa Konang memiliki sawah, dan hasil dari panen tersebut ada yang di jual dan simpan. Maka, hal tersebut adalah landasan bagi kelompok 23 untuk mengangkat produk unggulan agar mampu di kembangkan di desa Konang. Pelatihan lebih lanjut pada tanggal 25 januari 2018 bertempat di masjid dusun Bessar, terlihat beberapa anggota karang taruna. Menurut sigit selaku koordinator desa KKN konang mengatakan bahwa berjalannya dan berkembangnya produk tersebut harus mampu dikawal baik oleh masyarakat setempat yaitu dengan menggandeng para pemuda yang aktif membangun desa.
Sedangkan untuk bahan dasar pembuatan krupuk puli :
1. Obat puli
2. Bawang putih
3. Garam dan masako
4. Nasi
5. Tepung kanji
6. Balado (perasa)
Bahan Dasar pembuatan krupuk beras :
1. Bawang merah dan bawang putih
2. Ketumbar
3. Seladri
4. Daun bawang
5. Garam
6. Masak
7. Tepung beras
Share:

BTemplates.com

PROFIL DESA KONANG

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.